Archive for Agustus, 2008

Social Software and Teaching-learning (3)

melanjutkan…

Theoretical background yang saya temukan tentang pemanfaatan social software ini ternyata bisa dirujuk hingga 11 tahun yang lalu yaitu saat dimana beberapa perusahaan di US menggunakan sebuah sistem seperti wiki dalam membantu mereka memecahkan masalah yang berkaitan dengan common understanding dalam training pegawai-pegawai mereka. Tidak hanya Eijkman, sebelum beliau pun sudah ada beberapa ahli di eropa dan amerika yang sudah melihat potensi implan dari social software ke dalam e-learning, jadi sekali lagi ide ini bukan saya yang mengada-adakan. Ini realiable secara konsep dan teori.

Setelah melakukan proses wawancara dengan 4 informan dari 4 universitas negeri di Indonesia yaitu dari Unila, Unpad, Unsri, UNS beberapa temuan yang mengejutkan yaitu para informan tersebut sudah bisa saya katakan advanced dalam pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran inovatif tetapi progress tersebut sayangnya masih informal, dari pengakuan mereka hampir 90% waktu mereka dalam menggunakan social software justru tidak dalam program yang sudah dimiliki universitas artinya semua efforts mereka dilakukan secara pribadi, yang paling di dukung oleh universitas adalah dengan menyediakan internet gratis. Asumsi pertama saya bahwa universitas negeri sebagai universitas terdepan di masing daerah-daerahnya seharusnya sudah familiar dengan teknologi web dan sudah mempunyai program yang berkaitan dengan penggunaan teknologi web ini dalam proses belajar-mengajarnya, yang in contradictory ternyata belum.

Jika dicari di wikipedia, maka kita akan ketemu 18 macam dari social software dan saya prediksi evolusi masih akan terus terjadi kedepannya karena dalam kategorisasi tersebut masih memasukkan internet chat tersebut dari fasilitas social software yang lain padahal kita semua tahu bahwa beberapa SNS pun sudah memasukkan fasilitas chat dalam halaman profil para membernya. Lalu, kategori2 tersebut juga tidak memasukkan fasilitas file-sharing atau custom application. Yaa namanya juga wikipedia… gak semua isinya bisa dipercaya…

Leave a comment »

Social Software for teaching-learning (2)

Melanjutkan tulisan sebelumnya…

Kita sudah mengenal berbagai macam aplikasi VLE (virtual learning environment) atau awam disebut sebagai e-learning dan kita setidaknya sudah mendengar kegunaannya. VLE, setidaknya apa yang saya pikirkan, mempunyai karakteristik individuallist, pedagogy yang diajarkan yaitu siswa diharapkan mampu men-sintesa modul pembelajaran secara mandiri. Dalam satu aspek itu bagus, sesuai dengan arti individu sendiri, tetapi disatu aspek masih diragukan kedalaman dari siswa dalam memahami pengetahuan. Ini ironi dengan makna dari pengetahuan itu sendiri, dalam knowledge management, pengertian dari knowledge (pengetahuan) yang saya pahami hanya bisa didapatkan dengan interaksi, informasi dalam pikiran manusia yang ditangkap (capture) melalui ekspresi kebahasaan lalu dikodifikasi ke dalam media sehingga bisa menghasilkan pengetahuan.

Henry Eijkman sudah memulai inisiasi untuk menambahkan fitur web 2.0 ke dalam sistem e-learning di High School2. Saya tidak ingin menggunakan kata web 2.0 karena itu adalah labelnya O’reilly tetapi saya ingin menambahkan bahwa saya setuju dengan Eijkman bahwa e-learning harus ber-evolusi sesuai perkembangan teknologi web yang ada tetapi saya ingin mendifferensiasikan penamaan dengan lebih mengedepankan bahwa fitur-fitur yang bisa ditambah tersebut lebih tepat kalau kita sebut sebagai social software.

Comments (3) »