Archive for Oktober, 2008

Workshop on Greenstone (2)

Salam,

 

Tulisan pada hari ke 2 workshop on greenstone ini terlambat karena sesi ke 2 tersebut saya begitu disibukkan dengan materi yang ada, mulai jam 9 pagi hingga jam 7 malam, satu2nya jeda yaitu makan siang selama 1 jam, itupun lebih saya manfaatkan untuk berkonsultasi dengan Ian Witten. Beberapa hal menarik mengenai greenstone yaitu mengenai macros-nya. Stringnya hanya berdasarkan plain HTML jadi pustakawan awam pun bisa mengoperasionalisasikannya. Ian mendemonstrasikan beberapa hal seperti mengorganisir koleksi multimedia dan personalisasi interface semuanya dengan melalui command di librarian interface. Walaupun begitu, kesimpulan akhir saya tetap sama dengan laporan yang saya buat tahun lalu, greenstone terlalu kaku dalam pengertian desain interface dan metadata harvesting, berbeda dengan Ganesha Digital Library yang menggunakan konsep network of network (neons), greenstone di desain hanya untuk single entry server, jadi server yang mengelola metadata dan database material adalah sama. Saya bertanya kepada Ian apakah ia ada keinginan untuk mengubah tampilan greenstone untuk lebih friendly and lebih ‘2.0’ ian menjawab bahwa greenstone adalah software DL yang berasal dari computer scientists persepective jadi untuk mengubah tampilan greenstone setidaknya 5 tahun ke depan belum ada dipikirannya. Menurut saya itu sangat disayangkan, mengingat trend interface adalah seperti trend perilaku manusia, tidak mengikuti trend yang ada berarti menganulir bahwa ada pengguna dari software yang kita kembangkan. Anyway, that’s just my opinion, here’s some pictures from the workshop.

 

 

  

Comments (22) »

Workshop on Greenstone (day 1)

Salam,

 

Hari ini adalah hari pertama workshop on greenstone dengan Ian Witten, pencipta, well lebih tepat head of coordinator, dari greenstone, dan pengarang bestseller “How to Build a Digital Library?”. Anyway, he is a big man. Sejak awal, Ian sudah berhasil menarik perhatian para peserta dengan joke2 nya, not bad for a computer professor, sejak awal juga saya sudah dibuat sibuk karena saya satu2nya perserta yang berhasil menginstall greenstone di Vista dan ini menyebabkan saya agak tertinggal beberapa modul (kayaknya 5 modul awal deh…). Tetapi secara keseluruhan tidak ada hal baru yang saya pelajari di bagian interfacenya, karena semua itu sudah saya pelajari tahun lalu di oslo. Beberapa hal yang baru terutama dengan penggunaan metadata dan hirarki yang ternyata banyak tips-tipsnya. Ian secara baik hati menyontohkan customization hirarki dan beberapa tips mengelola search dan klasifikasi metadata.

 

Besok akan saya update dengan foto-foto dari workshop dan beberapa hal baru yang saya pelajari tentang greenstone, karena sekarang capek banget, mau tidur…

 

Riza

Leave a comment »

Social software di website PTN

Salam,

Saya melakukan survey kecil-kecilan untuk melihat sebenarnya seberapa banyak website2 PTN di Indonesia yang sudah menggunakan social software. Hasilnya cukup mengejutkan di satu sisi sedangkan di sisi yang lain sudah bisa ditebak. Jumlah website yang sudah menggunakan social software seperti di duga masih dibawah setengah, 40% tepatnya. Ini saya hitung dari jumlah website yang menerapkans setidaknya RSS feed walaupun begitu saya kagum dengan beberapa website yang telah menggunakan blogs bahkan ada yang dispesifikasikan seperti blog untuk mahasiswa, dosen, dan untuk karyawan. Walaupun jumlahnya masih sekitar 14% dari total website tapi saya anggap sudah bisa menunjukkan trend penyerapan TIK yang cukup baik. 14% juga jumlah website yang telah menyediakan fasilitas chat/IRC/atau forum diskusi interaktif.

Secara keseluruhan saya menilai bahwa PTN-PTN di Indonesia masih rendah dalam pemanfaatan social software di website resmi institusinya. Mengingat teknologi ini sebenarnya bukan hal baru bahkan jika mengasumsikan bahwa web 2.0 adalah masa dimulainya pemanfatan social software maka setidaknya sudah 4 tahun sejak web 2.0 mulai di dengungkan dan PTN-PTn di Indonesia sepertinya belum begitu mendengarnya, padahal saya kenal dengan beberapa orang ‘hebat’ di bidang web technology di Indonesia yang justru di websitenya tidak ada social software sama sekali, irony. Saya berpendapat bahwa website Universitas Padjajaran adalah website PTN terbaik di Indonesia dalam segi pemanfaatan social softwarenya terutama dengan dengan adanya portal live.unpad dan video.unpad yang menurut saya inovatif dan patut ditiru atau dilampaui oleh website PTN-PTn lainnya di Indonesia. Anyway, berikut tabelnya; enjoy

Riza

Leave a comment »

social software for teaching learning (4-ditunda)

Artikel social software saya akhirnya mencapai konklusinya walaupun masih grogi apakah masyarakat akademisi bisa menerima konsep saya tentang iLearning. Tetapi, saya kira waktu juga yang akan menjelaskan, butuh waktu 5 tahun untuk seorang Tim Berners-lee untuk mengatakan bahwa perkembangan web sudah di phase baru dan 1 tahun untuk mengenalkan model dari web 2.0, butuh waktu 12 tahun untuk masyarakat global untuk bisa menerima kata social software. Istilah ini tentu akan mengundang banyak perdebatan, tetapi visi yang saya lihat dari iLearning adalah mengenai masa depan interaksi pada proses belajar-mengajar yang tidak lagi dibatasi tembok sekolah. Social software tentunya tidak lagi dibatasi konsepsi seperti yang diutarakan Clay Shirky; “a software that facilitating group interactions” tetapi lebih pada aplikasi web yang menghubungkan interaksi sosial (sociality) seorang individu.

Sudah pada nature-nya setiap proses learning adalah communicative, collaborative dan meng-evolve community jadi saya pikir ajakan Futurelab untuk mengubah e-Learning menjadi c-Learning sebenarnya hanya mengganti label dari isi dan botol anggur yang sama, kalau begitu apa yang berubah?

Anyway, artikel lengkap dari tulisan ini akan saya publikasikan setelah konferensi di desember nanti, ini lebih ke arah intelektual property, harap maklum.

Leave a comment »