Posts tagged web 3.0

Does Social Software extend our senses? (Part 1)

Salam Damai,

Judul diatas terlintas dibenak saya sehabis menyimak diskusi dari Kevin Kelly tentang Web 3.0 di youtube. Sebelumnya dibenak saya dan saya pikir juga berada di pemikiran para pengamat dunia maya, kita sepaham bahwa semantic web dapat disebut sebagai evolusi selanjutnya dari perkembangan teknologi web (web technology). Kita yakin bahwa sebutan web 1.0, web 2.0 dan saat ini web 3.0 adalah sebuah label atas ruang dan waktu dimana suatu teknologi sempat mewarnai dan mendominasi aplikasi dari teknologi di dunia maya. Perlu diingat sekali lagi web bukan internet.  Kuliah dari Kevin Kelly sedikit banyak menggilitik benak saya. Buat yang belum menyimak, dapat menyaksikannya di youtube dengan keywords “Kevin Kelly, web 3.0”.

Saya ingin menekankan dua hal dari apa yang dikatakan Kevin Kelly tentang Web 3.0, dana pandangan saya sendiri tentang masa depan web dengan mengkhususkan pada perkembangan dari social software. Point yang pertama; menyoroti bagaimana dunia maya berkembang dan peran serta dari worldwide web (W3) sebagi katalis terbesarnya. Sangat menarik bahwa Kevin Kelly memulainya dengan sebuah pertanyaan spekulatif menurut saya, “kita sudah merasakan perkembangan teknologi web  selama 5000 hari terakhir, nah, bagaimana perkembangan web 5000 hari selanjutnya?”. Siapakah diantara anda yang bisa menjawabnya? Kalau anda bisa, silahkan buat postingan atau upload video anda ke youtube sebagai video response, saya yakin nama anda akan seketika terkenal.  Indeed, menurut saya sekalipun anda seorang cenayang, anda tidak akan bisa menjawabnya.

Yang ingin saya pinpoint dalam pertanyaan tersebut adalah implikasi semantiknya, pertanyaan itu seperti mempertanyakan “How is the context, as a variable, will impact the development of web?” jika kita meyakini bahwa definition dari context adalah signifikansi materi yang melingkupi teknologi web. Maka kita bisa melihat benang merah yang menjulurkan proyeksi atas perkembangan web. Kevin Kelly menandai di dalam kuliahnya dengan memberikan beberapa gambaran, lebih mirip dugaan menurut saya, dari perkembangan web. Yang pertama, ia memberikan contoh bagaimana perkembangan SNS (social networking sites) has defines aktivitas baru dari manusia. Ketergantungan pada internet adalah contoh lainnya. Kelly menggilitik kesadaran kita dengan mengingatkan bahwa 5 tahun yang lalu, aktvitas tersebut tidak se-candu saat ini.

Kelly kemudian mengajukan postulat bahwa “humans have becomes the extended senses for machine, we used to vice versa”. Yang dia maksud sebagai mesin disini adalah web sebagai suatu kesatuan fungsi pikir dimana, layar-layar kaca dan perkembangan augmented technology telah mencipakan suatu mesin web yang satu dengan banyak jendela. Beberapa isu yang kemudian harus diperhatikan, dan memang dibahas didalam diskusi tersebut adalah; masalah kepemilikan (propertiary) di dalam web. Isu ini sudah dimulai sejak web berdiri tetapi pada kedepannya, Kelly menegaskan tentang masalah ini. Kelly memberikan contoh bagaimana makin banyak barang gratis di internet secara paradox juga mendorong makin banyaknya produsen memproduksi barang yang tidak bisa diduplikasikan, dalam istilah dia “uncopyable”. Masalah lain yaitu mengenai keberadaan database central dari seluruh informasi di web. Jika mesin menjadi satu maka hal yang selanjutnya bisa mendukung eksistensi dari sang mesin adalah keberadaan database yang terfokus.

Mengenai isu yang kedua, saya membayangkan terintegrasinya database menjadi sebuah entity yang terpisah dari web tetapi keberadaanya tidak bisa dilepaskan dari web itu sendiri. Seperti dua mata uang dari koin yang sama. Dalam benak saya bisa saja protocol untuk database berdiri sendiri seperti http://wwd/ misalnya. Tetapi saya bukan programmer, jadi ini hanya sebatas wacana saja. Dua isu tersebut saya korelasikan dengan premis bahwa manusia, para pengguna web, adalah kepanjangan tangan dari indera sang mesin. Kemudian termuncul dibenak saya sebuah pertanyaan, does social software extend our senses?

Berlanjut…

Iklan

Leave a comment »

The Age of Grid, Topic Map, and blocking youtube

Salam,

Kemarin, CERN (singkatan aslinya dalam french, dalam english European Center for Nuclear Research) yaitu lembaga riset eropa berpusat di Geneva yang melahirkan world wide web (WWW), baru saja mengumumkan perkembangan generasi baru, in my sense, dari teknologi web yang mereka sebut sebagai The Grid. The Grid diproyeksikan akan mempunyai kecepatan 10.000 kali lebih cepat dari teknologi web yang kita miliki sekarang. Kapasitas 27 km superkonduktor LHC yang dimiliki The Grid mampu mengalirkan data hingga hampir 1 Tb (terabyte) per detik serta mengolah informasi yang sama kapasitasnya dengan 56 juta keping CD, sekedar gambaran kalau kita susun satu per satu CD tersebut maka akan selesai sekitar 60 km kemudian, itu sama saja dengan menyusun CD tersebut dari Tugu Gajah Bandar Lampung hingga Kalianda, Lampung Selatan!

Dalam simulasi yang mereka contohkan, pengguna The Grid bisa mengirimkan 1 koleksi lengkap album Rolling Stone dari geneva ke tokyo dalam waktu 2 detik, atau 5 detik bagi 1 film HD DVD. Selain itu, studi kasus yang telah mereka laksanakan juga telah membantu dunia kedokteran menganalisa korelasi kompleks 140 juta sampel malaria, penyakit yang membunuh 1 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya. Suatu analisa yang baru akan selesai 420 tahun lagi jika para ahli menggunakan teknologi web konvensional.

David Burton, Profesor fisika dari Univ. of Glasgow, kepala peneliti The Grid mengatakan bahwa teknologi ini juga memungkinkan kita berkomunikasi dalam cara yang tidak bisa dibayangkan oleh generasi yang lahir sebelum 1980 (generasi X, baby boomers dsb.)–Kalau menurut saya sih, mungkin teknologi ini tidak bisa dibayangkan oleh mereka yang belum pernah nonton Star Wars–Nevertheless, Burton memberikan gambaran kemungkinan dari teknologi ini antaranya; percakapan hologram 3D, kalau anda pernah nonton film Star Wars anda pasti inget waktu Luke Skywalker pertama kali liat hologram Princess Layla yang disimpan di memorinya R2D2, sekarang fiksi itu bisa menjadi kenyataan. Imajinasi saya membayangkan di masa depan kita benar-benar bisa berkomunikasi dengan orang lain dalam komposisi tubuh yang nyata tidak menggunakan layar lagi. Sebenarnya hologram sudah bisa dipakai saat ini, tetapi karena membutuhkan energi dan prosesor komersial saat ini dalam jumlah yang besar, sehingga harganya sangat mahal sehingga tidak banyak yang menggunakannnya.

Anda ingat bagaimana Tom Cruise berperang melawan teknologi di Minority Report, yakk! seperti itulah masa depan social network. Anda-anda blogger akan menjadi agen-agen dari komputer catatan sipil pemerintah dalam mendata profile, aktivitas bahkan mimpi warganya tadi malam. Kenapa, karena anda seperti saya! kita sama-sama suka menuliskan apa yang kita pikirkan, apa yang kita lakukan, sharing foto dan video tentang kita dan siapa-siapa kita berhubungan atau yang menarik perhatian kita. Kalau anda senang ketemu teman lama anda di facebook atau friendster seperti saya, tahan dulu, karena yang lebih senang yaitu CIA dan badan-badan intelijen negara, mereka punya lebih banyak data tentang anda daripada cuma formulir KTP.

Nah, kalau saya bicara seperti ini kok jadinya seram sekali ya, dimana privasi kita sebagai manusia? ini melanggar HAM ini! begini, saya tidak berbicara mengenai baik atau buruk mengenai sesuatu kecuali itu ada ekspresi atau perilaku. Teknologi sama seperti semua esensi di dunia materi ini adalah murni pada Idea-nya. Jadi itu tergantung manusianya, saya sih gak masalah kalau tulisan atau data situs pertemanan saya diakses badan intelijen, selama itu tidak mengganggu aktifitas saya sebagai manusia. Ignorance..?? well, probably… Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi The Grid ini bagi kesejahteraan kita sendiri. Saya membayangkan memberikan kuliah bagi mahasiswa2 di Bangkok tentang digital media misalnya, dengan bentuk hologram utuh tubuh saya, pada saat yang bersamaan mahasiswa2 saya di Unila mendapat materi yang sama, jadi mahasiswa2 di Indonesia tidak akan kalah dengan mahasiswa2 negara lainnya, US sekalipun. Ataupun, ada mahasiswa konsultasi skripsi tentang sesuatu yang saya tidak mengerti tetapi saya tahu kolega saya di Adelaide, Australia yang mengerti tentang topic itu, kolega saya bisa virtual mentoring bersama saya. Bayangkan kemungkinan lainnya! masih banyak lagi!

Dan bagi anda yang baru mempelajari web 2.0 dan ingin buat social networking site (SNS) lebih baik lupakan saja, mulailah berpikir web 4.0! konstelasi semantic web berbasis AI. Karena dalam 2 tahun kedepan sudah akan ada generasi baru dari web dengan platform yang akan mengarah pada penggunaan The Grid. Isu internal di facebook mengatakan bahwa mereka sudah bergerak ke arah itu, langkah yang sama di ikuti oleh Google yang hari ini telah memperkenalkan Google App Engine nya bagi 1000 developer, langkah awal bagi Google untuk mewujudkan mimpi OpenSocial pertengahan tahun ini…

Hari ini saya dapat oleh-oleh dari teman yang ikut Konferensi Topic Map (Jangan tanya apa itu Topic Map, butuh 2 semester buat ngejelasinnya aja!) di Oslo minggu lalu, banyak hal yang menarik salah satunya ada profesor dari harvard yang ngaku setengah gila dan tidak suka pada Dewey Decimal, what the…!! itulah orang2 dari harvard, mereka ngaku setengah gila dan ngomong tidak suka Dewey Decimal dan semua orang rela bayar buat dengerin dia, atau Henry Jenkins (dia tidak gila) dari MIT, dia ngomong participatory culture dalam convergence media seolah-oleh itu barang baru, eh sekarang semua ahli digital media ngikut pake istilah participatory, coba kalau dosen komunikasi dari Unila yang ngomong, bisa2 dimasukkin RSJ dia, karena dianggap benar2 gila! Dunia akademisi internasional tidak semurni yang saya kira sewaktu masih mahasiswa, penuh ideologi, pertarungan sejarah, dan politik ekonomi yang kental.

Terakhir, banyak bloggers yang minta dikirimin film fitna oleh saya, jawaban saya sekali lagi, saya mengikuti anjuran pemerintah Indonesia untuk tidak menyebarluaskan film ini, by any means, titik. Tidak ada gunanya bahas film ini lagi, itu gosip minggu lalu, lupakan saja, anggap gak ada. Gak ada bedanya kok ama sinetron2 yang ada hantu nya, atau film2 horor, semuanya mitos yang cuma eksis di kepala anda. Mengenai di block nya youtube, myspace, rapidshare, etc. dari indonesia menurut yang saya baca di detik.com hanya akan berlangsung 10 hari. Kalau saya sih masih mengakses semua situs tersebut dari tempat saya.

Comments (1) »